Fotografi adalah sebuah bentuk lain dari bahasa grafis.
Secara prinsip, sebuah foto hanya menampilkan suatu keadaan sesuai dengan
keadaan yang sebenarnya. Oleh karena itu, tidak ada interpretasi lain. Namun
demikian, fotografer dapat memilih sudut pandang dari suatu objek atau
memanfaatkan teknik fotografi menggunakan filter untuk mengubah warna dan
teknik-teknik lain yang dipakai untuk memperbaiki dan memanfaatkan foto untuk
tujuan yang lebih dari sekedar memperlihatkan keadaan yang sebenarnya.
Saat ini fotografi digital telah membuka cakrawala baru
dalam teknik fotografi. Bukan saja dalam kecepatan proses, akan tetapi juga
pada kemampuannya untuk memanipulasi hasil foto agar menjadi suatu hasil yang
sama sekali berbeda dari foto ”mentah”nya.
Karya fotografi merupakan salah satu elemen dalam
komunikasi grafis. Fotografi memiliki fungsi yang sama seperti halnya sebuah
lukisan, gambar, maupun ornamen dekoratif, yaitu memberikan hiasan atau
ilustrasi. Sebagai elemen, sebuah foto dapat menjadi fokus utama dalam sebuah
komunikasi grafis. Namun demikian, foto yang mampu berdiri sendiri dalam
membawakan pesan sangatlah jarang. Secara minimum, sebuah foto biasanya
didampingi dengan unsur teks sebagai caption, guna memperkuat pesan yang ingin
disampaikan. Caption dan foto akan menjadi elemen yang saling menguatkan satu
sama lain.
Penggunaan fotografi dalam dunia arsitektur adalah
sesuatu yang pasti. Seorang arsitek akan membutuhkan peralatan fotografi untuk
merekam berbagai hal dan berbagai kegiatan yang biasanya berlangsung dalam
proses merancang. Contohnya adalah merekam situasi eksisting lahan tempat
bangunannya akan didirikan, atau memotret maket untuk kemudian dijadikan
sebagai bahan presentasi.
0 Response to "PRESENTASI DENGAN FOTO"
Post a Comment